Kreasi Kuliner Paduan Eropa dan Madiun, Sandwich Pecel

19 January 2016

Kreasi Kuliner Paduan Eropa dan Madiun, Sandwich Pecel

VIVA.co.id - Sudah sering merasakan sandwich dan jenuh dengan rasa yang itu-itu saja?, sebaiknya perlu dicoba sandwich pecel. 
Sandwich yang berasal dari negara barat, dipadukan dengan makanan khas Madiun ini membawa rasa yang berbeda.
 
Ide memadukan makanan Eropa dengan makanan khas Madiun berupa pecel, datang dari ahli masak (chef) di salah satu hotel di Madiun. 
 
“Setiap hari kami warga Madiun sarapan dengan nasi pecel, dan itu sudah ada sejak dulu. Ide saya, bagaimana mengangkat pecel lebih dikenal lagi,” ujar chef Subadri, saat launching sandwich pecel, Jumat, 18 Maret 2016.
 
Subadri mempertahankan sambel pecel dan sayuran untuk tetap di pakai dalam sandwich pecel. Namun, nasi yang biasa menjadi paduan pecel diganti dengan roti. 
 
“Pada sandwich yang bisa menggunakan smokebeef diganti dengan paru goreng, keju diganti dengan tempe goreng, mayo diganti dengan sambel pecel, sedangkan kentang kami menggunakan kental lokal,” ujar Subadri.
 
Sayur yang digunakan, seperti sayur pada pecel umumnya, seperti kenikir, bayam, kembang turi, dan daun singkong serta memakai oreg tempe. 
 
“Meski memadukan antara Eropa dengan khas Madiun, sayuran khas pecel tetep digunakan, karena itu khasnya pecel,” tambah Subadri yang membuat display sandwich raksasa seukuran 60 centimeter (cm) persegi dengan ketebalan sandwich pecel 20 cm.  
 
“Namun, ke depan menu baru ini bisa dipesan di hotel ini (Aston Madiun) dengan ukuran normal 15 cm x 15 cm, double decker, seharga Rp48 ribu untuk satu porsi,” ujarnya, yang sudah mencoba satu bulan untuk menciptakan menu ini.
 
Erfan, seorang pengunjung mengaku mendapatkan rasa yang berbeda setelah mencicipi kuliner inovasi ini. 
 
“Biasanya pecel itu selalu bergandengan dengan nasi, ini terasa lain di lidah saat menggigit roti dengan rasa pecel,” kata Erfan.
 
Namun, Erfan tidak menyangkal, meskipun sandwich pecel ini enak, kepuasan menikmati pecel akan tetap ada saat bersama nasi. 
 
“Mungkin karena kebiasaan warga Madiun menikmati pecel yang dipadu dengan nasi, kepuasan itu tetap tidak tergantikan, meskipun pecel sandwich ini enak juga,” tuturnya.