Proyek Jalan Tol Jangan Sampai Terkendala Pembebasan Lahan

26 May 2016

Proyek Jalan Tol Jangan Sampai Terkendala Pembebasan Lahan

Proyek Jalan Tol Balikpapan - Samarinda di Jalan Soekarno Hatta, Km 13 yang diduga sempat terhenti lantaran  isu pembebasan lahan yang belum tuntas ditepis Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Awang mengaku mega proyek jalan tersebut berjalan lancar dan tidak ada kendala.

Awang menuturkan, proyek jalan tol sedang berlangsung sehingga sampai saat ini tak ada laporan terjadi kendala dalam pembebasan lahan yang diisukan akan menghambat proyek tersebut.

“Enggak ada laporan itu. Sampai saat ini saya belum mendengar laporannya. Masih berjalan lancar saja, tidak ada masalah,” ujar Awang usai menghadiri acara temu bisnis di Hotel Aston Balikpapan, Senin, (25/7)

Awang menegaskan, lahan pembangunan jalan tol tersebut telah dibebaskan. Ia menjamin, proyek jalan tol dapat diselesaikan tanpa ada hambatan apapun. Dari laporan yang ia terima, tidak ada menemukan suatu yang bermasalah.

"Kalau Anda berani mengatakan seperti itu, sebutkan dimana daerah yang bermasalah itu,” tantang Awang sambil menyebut apakah di Balikpapan, Samarinda atau Kutai Tenggarong. “Sampai saat ini belum ada masalah, masih lancar saja," aku Awang. Bahkan Awang sempat ingatkan pesan Presiden Jokowi agar proyek ini jangan sampai terkendala pembebasan lahan.

“Karena sewaktu-waktu presiden akan menanyakan progres pembangunan jalan tol ini. Jangan sampai proyek ini terkendala pembebasan lahan,” pintanya.

Sekadar diketahui saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung di Balikpapan, ia meminta agar Pemprov Kaltim serius menggarap proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda ini dengan serius, terutama untuk menuntaskan pembebasan lahan supaya proyeknya berjalan lancar dan tidak ada kendala.

Presiden berharap keseluruhan proyek  yang menelan investasi kurang lebih Rp13 triliun ini selesai pada 2018 mendatang.

“Kita harapkan seluruhnya jalan tol dari Balikpapan menuju Samarinda ini, akan selesai pada 2018,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menuturkan maksud kunjungannya ke Balikpapan hanya  ingin memastikan bahwa proyek tol sudah dimulai lagi. Proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda sebetulnya sudah dimulai pada 2010, tetapi sempat terhenti karena sejumlah kendala, salah satunya pembebasan lahan.

Namun, Presiden Jokowi meminta dilakukan terobosan-terobosan agar proyek pembangunan jalan tol tersebut dilanjutkan kembali. “Dan ternyata betul, November 2015 sudah dimulai lagi, konstruksi sudah selesai 7,6 kilometer dan total investasi nantinya kurang lebih Rp13 triliun,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi menegaskan di semua proyek, baik yang namanya kawasan industri, jalur kereta api, jalan tol, problem besarnya adalah masalah pembebasan lahan.

“Itu yang sekarang kita lakukan terobosan-terobosan agar itu tidak menghambat. Kalau konstruksinya itu cepat sekali. Kalau kita lihat lapangan, sebetulnya tidak sulit amat, tetapi memang kalau tidak diselesikan secara detail tidak rampung-rampung. Contoh di sini ada pembebasan lahan dari TNI, kedua pembebasan lahan hutan,” papar Jokowi.

Proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda direncanakan memiliki total panjang 99,02 kilometer (4 lajur, 2 arah). Proyek ini terbagi ke dalam V Seksi. Seksi I sepanjang 25,07 kilometer menghubungkan Km 13 Balikpapan- Samboja, Kutai Kartanegara.

Seksi II sepanjang 23,26 kilometer menghubungkan Samboja- Palaran I, Samarinda. Seksi III sepanjang 21,9 kilometer menghubungkan Samboja- Palaran II. Seksi IV sepanjang 17,70 kilometer menghubungkan Palaran – Jembatan Mahkota II, dan Seksi V sepanjang 11,09 kilometer menghubungkan Km 13 Balikpapan –Bandara Sepinggan.

Pembangunan Seksi I jalan tol dibiayai oleh APBN dan APBD dan Seksi V dibiayai oleh loan (pinjaman) dari China. Adapun untuk Seksi II, III, dan IV akan dilelang kepada investor.

“Kita berharap bulan depan sudah selesai . Pembebasan lahan tol sudah selesai sekitar 85%, kurang sedikit. Kita ini bekerja sambil berkejar-kejaran, pembebasan lahan berkejar-kejaran dengan konstruksi,” tambah Presiden Jokowi.

Data Kementerian PUPR menunjukkan 3 konsorsium dan PT. Waskita Toll Road merupakan peserta tender yang lulus prakualifikasi dalam lelang investasi jalan tol Balikpapan – Samarinda tersebut.

Ketiga konsorsium itu yakni Konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Bangun Tjipta Sarana, Konsorsium PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, PT Kaltim Bina Sarana Konstruksi, PT Brantas Abipraya, PT Istaka Karya, dan Konsorsium Naza Engineering & Construction – PT Daya Mulia Turangga. (net/vie)