• MY BOOKINGS
  • PROFILE
  • PREFERENCES
  • SIGN OUT

Aston Palembang Hotel & Conference Center menawarkan kamar bintang 4 dan Wi-Fi gratis yang tersedia di seluruh area hotel. Hotel ini berjarak hanya 20 menit berkendara dari Bandara Mahmud Badaruddin dan berlokasi dekat dengan atraksi wisata utama seperti Palembang Trade Center, Hutan Punti Kayu, Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak.

+62 711 388999

JL. Jenderal Basuki Rahmat No 189 Palembang 30126

info@astonpalembang.com

DAYA TARIK

Jembatan Ampera

Jembatan Ampera


Jembatan Ampera adalah jembatan kebanggaan masyarakat Palembang, Sumatera Selatan sekaligus merupakan trade mark bagi kota Palembang. Keberadaan jembatan ini sangat penting untuk menghubungkan berbagai daerah sehingga sarana transportasi dapat melalui jembatan ini dan perekonomian dapat berjalan. Jembatan Ampera dibangun pada masa pemerintahan Presiden Ir. Soekarno dengan didanai dana rampasan perang Jepang (yang juga digunakan untuk membangun Monas, Jakarta). Dulunya jembatan ini diberi nama Jembatan Bung Karno, tetapi beliau tidak setuju dan lebih memilih nama Ampera, agar sesuai dengan fungsinya sebagai Amanat Penderitaan Rakyat, yang dulunya merupakan slogan bangsa Indonesia pada tahun 1960-an.
 

Benteng Kuto Besak


Benteng ini dibangun pada tahun 1780 oleh arsitek yang tidak diketahui identitasnya dengan  pengawasan oleh seorang keturunan China. Bangunan ini dibuat dengan cara merekatkan batu bata dengan campuran batu kapur dan putih telur. Waktu pembagunan kira-kira 17 tahun. Benteng ini resmi dihuni pada hari Senin, 21 Februari 1797. 
 

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro


Pulau Kemaro dulu merupakan benteng pertahanan dari lapisan pertama pasukan terkuat Sultan Palembang Darussalam untuk mempertahankan wilayahnya. Kolonial Belanda sangat kesulitan untuk masuk ke daerah Palembang karena pertahanan benteng ini sangat kuat dan ketat. Mereka melakukan berbagai cara untuk menerobos benteng ini, namun masih gagal.
 

Kampung Kapitan


Kampung Kapitan sudah lama menjadi kawasan yang mengandung nilai sejarah di Palembang.Di kampung inilah, warga keturuan China pertama kalinya menetap di Palembang saat kota pempek ini masih dalam jajahan.

Kini, area yang terletak di tepi sungai Musi ini telah menjadi salah satu atraksi wisata.
 

loading